Visit to Facebook Ikhwan Militan

Profil Facebook Ikhwan Militan

Selasa, 03 Maret 2009

Alloh Maha Rohmaan...Alloh Maha Rohiim...


"Tidak ada satupun hamba-Ku yang ikhlas kuambil harta yg Kuberikan padanya, kecuali Kuganti dengan yang lebih baik. Tidak ada satupun hamba-Ku yang ridha dengan bala yang Kutimpakan padanya, kecuali Kunaikkan derajatnya. Dan tidak satupun hambaKu yang bersyukur, kecuali Kutambah nikmatKu padanya".

Di hadits qudsi yang lain Allah menyatakan :

"Barangsiapa yang tidak bersyukur atas nikmatKu, tidak bersabar atas bala yang Kutimpakan, dan tidak ridho terhadap keputusanKu, keluarlah dari langitKu dan carilah Tuhan selain diriKu".
Mudah-mudahan semua jamaah dalam kondisi sebaik-baiknya mental dan fisik menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat Kehidupan. Sebab sejatinya, tidak ada ujian kecuali buat naik kelas.

Sabtu, 28 Februari 2009

Sahabat?! Hidup ini Begitu Singkat...

Bismillah,
Ikhwah fillah yang dirahmati Alloh.
Bila kita perhatikan kehidupan ini dari mulai bayi, beranjak sekolah, kuliah, kerja, berkeluarga lalu tua, renta dan akhirnya wafat. Tapi, kadang sebagian orang tidak sampai pada kehidupan lama, tidak sedikit orang-orang meninggal dalam usia yang sangat muda. Sebegitu singkatkah kehidupan ini? betul sekali, dan sudah siapkah kita menghadapi kematian?
Orang yang paling cerdas adalah orang yg banyak mengingat mati dan memepersiapkan diri untuk mati dan hidup setelah kematian.
Orang yang beriman menyadari bahwa hidup itu singkat. Cerdas sekali orang yang beriman, mereka tahu hidup ini sekejap, sebentar saja dan berbuat baik mumpung hidup dalam sekejap. Orang yang beriman nggak mau senang sekejap dan menderita berkepanjanan. Mereka Memulai hidup ini dengan shalat tahajjud, banyak orang yang bisa bangun malam tapi belum tentu mau mendirikan shalat malam. Kemuliaan seorang mu'min dari giatnya shalat tahajjud.
1.Sambutlah hari dengan shalat tahajjud. Karena prilaku kebiasaan orang2 soleh sebelum kalian adalah giatnya melaksanakan shalat tahajjud.
2. membaca /mengkaji Al-Quran, sebelum mata melihat TV, komputer, uang, kesibukan, dan keindahan dunia hendaklah terlebih dahulu memandang alquran.
Semoga kita lebih siap menghadapi kematian dan mempersiapkan diri untuk itu.

Jumat, 27 Februari 2009

Penantian...

Katanya kau akan datang...
aku tunggu setahun, dua tahun, tiga tahun...
dan kini ku lelah menantimu...
Katanya kau pasti datang...
menjemputku...
kini sudah 10 tahun, 20 tahun dan hampir 30 tahun...
tapi tak kunjung tiba...
aku rindu, aku ingin selalu dekat-Mu
yang selalu menyayangiku,..
mengurusku...
tapi aku yakin saat itu pasti tiba...
ku selalu menantimu...
Yaa Robb, saat pertemuan denganMu...
biarkan aku datang dengan senyumku...
karena bahagia di sisiMu...

Hamasah...Hamasah...

Bila dakwah berat, jangan minta supaya ringan, Tapi,mintalah supaya tulang punggung dikuatkan;Bila jalan dakwah terjal dan berliku, janganlah minta untuk dimudahkan, Tapi, mintalah supaya langkah diteguhkan.

Kemanakah para ikhwan? disetiap dauroh, majlis ta'lim, lembaga dakwah dan pengajian lain2nya, ikhwan di dominasi oleh akhwat.

Ayo semangat!!! kita berlomba dalam kebaikan "Fastabiqul Khoirot". Ana mewakili ikhwan merasa malu oleh semangat juang dan dakwah para akhwat.


Rabu, 25 Februari 2009

Jadikan Sabar dan Shalat sebagai Penolongmu

Dunia ini adalah tempat yang sangat aneh, rumit dan unik. Kita sebagai aktorNya hanya bisa menjalankan apa yang telah ditulis dalam Skenario oleh sang Sutradara. kita hanya mampu menjalankan dua hal baik atau buruk.
Allohlah yang mengilhamkan dalam jiwa manusia.
فألهمها فجورها وتقواها "maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya",(QS. As-Samsy:8).
Sungguh dalam keanehan kita sebagai aktor di dunia ini, saya mempunyai sahabat yang bernama "Ukhti Tangguh", beliau sekarang dirawat dan harus diopname di RS kota Palangkaraya. Sungguh saya banyak belajar kehidupan dari beliau, semangat dakwahnya yang begitu gigih, dan hanya Allohlah kekasih sejati didalam hidup beliau, meski saya tidak pernah tahu siapa beliau, yang kutahu hanya dari fikiran-fikirannya yang dituangkan dalam blog(MP)nya, tapi ada perasaan berat hati bila berpisah dengan dia. Masih banyak ide-ide kreatifnya yang masih belum saya gali, masih banyak semangat dakwahnya yang belum saya ikuti, Tapi, bila ini jalan untuk menemui sang Kekasih hati, saya doakan engkau bahagia disana berada di dalam RahmatNya, Amin
Lekas Sembuh "Ukhti Tangguh", mari kita sama-sama berjuang demi kemenangan Islam, Semangat dakwahmu sangat dirindukan oleh insan yang mengharap keridoanNya.
Hiks...Hiks...Hiks...(menangis) Ikhwan Militan juga manusia.

Kamis, 19 Februari 2009

ILMU MELAHIRKAN 'AMAL


“Menuntut ilmu dan mengajarkannya lebih utama daripada berjihad dan amal sunnah lainnya.” Karena ilmu itu adalah asas dan pokok segala urusan, bahkan dia merupakan ibadah paling agung serta kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang paling ditekankan.
“Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu itu dicari demi mencapai sesuatu yang lain. Fungsi ilmu ibarat sebatang pohon, sedangkan amalan seperti buahnya. Maka setelah mengetahui ajaran agama Islam seseorang harus menyertainya dengan amalan. Sebab orang yang berilmu akan tetapi tidak beramal dengannya lebih jelek keadaannya daripada orang bodoh.
Di dalam hadits disebutkan, “Orang yang paling keras siksanya adalah seorang berilmu dan tidak diberi manfaat oleh Allah dengan sebab ilmunya.” Orang semacam inilah yang termasuk satu di antara tiga orang yang dijadikan sebagai bahan bakar pertama-tama untuk menyalakan api neraka.
Ancaman Bagi Orang yang Berilmu Tapi Tidak Beramal
Allah berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah karena kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. Ash Shaff [61]: 2-3)
Berilmu Tidak Beramal Menyerupai Kaum Yahudi
Pada hakikatnya amal adalah buah ilmu. Barang siapa yang beramal tanpa ilmu maka dia telah menyerupai orang Nasrani. Dan barang siapa yang berilmu tapi tidak beramal maka dia telah menyerupai orang Yahudi.” (Lihat Syarhu Tsalatsatul Ushul, hal. 22)
Beramal Adalah Sarana Mempertahankan Ilmu
Adapun orang yang tidak beramal dengan ilmunya maka ilmu yang didapatkannya sangat cepat hilang. Sebagian ulama salaf mengatakan, “Dahulu kami mencari sarana pendukung dalam rangka menghafalkan hadits dengan cara mengamalkannya.”
Selain itu, ulama lain mengatakan, “Barang siapa yang mengamalkan ilmu yang diketahuinya niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu lain yang belum dia ketahui. Dan barang siapa yang tidak beramal dengan ilmu yang sudah diketahuinya maka sangat dikhawatirkan Allah akan melenyapkan ilmu yang dimilikinya.”
Hukum Bila Ilmu Tidak Diamalkan
Ilmu itu terbagi menjadi beberapa bagian. Ilmu tentang tauhid, yaitu meyakini bahwasanya Allah sajalah yang berhak diibadahi. Maka apabila seorang hamba mengetahui ilmu ini lalu tidak beramal dengan ilmu ini sehingga dia berbuat syirik kepada Allah jalla wa ‘ala maka ilmunya itu tidak akan bermanfaat baginya. Maka pada saat semacam itu bagi dirinya meninggalkan amalan menyebabkan dia kafir.
Dan terkadang bisa dikategorikan maksiat yaitu misalnya apabila seseorang mengetahui bahwa khamr haram diminum, dijual, dibeli, memberikan, memintanya, dan seterusnya. Kemudian dia menyelisihi ilmu yang dimilikinya padahal dia mengetahui keharamannya, tetapi dia tetap nekat melakukannya. Maka tindakannya ini dikategorikan kemaksiatan. Artinya dia telah terjatuh dalam dosa besar.
Dalam pembahasan ini, ada pula ilmu yang apabila tidak diamalkan dihukumi sebagai hal yang makruh. Seperti contohnya apabila seseorang mengetahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat dengan tata cara tertentu yang termasuk sunnah-sunnah shalat kemudian dia tidak mengamalkannya maka ini makruh hukumnya. Karena dia telah meninggalkan sebuah amal sunnah, bukan wajib. Sehingga hukum meninggalkannya adalah makruh saja sedangkan mengamalkannya hukumnya mustahab.