
Sabtu, 14 Februari 2009
Indahnya Kehidupan...

Muslim Shaleh? Kenapa tidak,...
”Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian,” (H.R. Bukhori dan Imam Muslim)
Setiap orang mu’min pastilah mendambakan dan berusaha supaya dirinya menjadi muslim Shaleh atau shalehah, ada tiga karakteristik orang yang shaleh yakni:
Pertama, ia sangat cinta kepada Alloh, dan itu dibuktikan dengan semangat ketaatan yang luar biasa kepada sang Kholik, serta ikhlas berjuang dijalan-Nya bahkan berkorban demi kekasih-Nya. Ini sunggh indah, apa yang ia wakafkan bukan hanya hartanya, tetapi jiwa raganya ia wakafkan untuk mencapai keridoan-Nya. Ia bukan hanya penggemar, melainkan penikmat tahajjud.
Kedua, hamba ini memiliki satu kesenangan yaitu gemar berbuat baik. Ia hanya bahagia bila sudah berbuat baik. Itulah Cinta Sejati, sifat dominan ilahiah Ar-Rohman dan Ar-Rohim ada pada dirinya. Misi hidupnya jelas, mencari berkah. Setelah menerima lalu ia akan mengasih, demikian seterusnya. Itulah makna terma kasih.
Ketiga, dia sangat sibuk memperbaiki dirinya. Ia sama sekali tidak tertarik mencari kekurangan apalagi aib orang lain. Istighfar adalah amalnnya, hatinya sangat halus, firasatnya tajam dan air matanya pun gampang menetes.
Pengalaman Spiritual pada Solo Bovouac
Selasa, 10 Februari 2009
Tahukah antum, selama di SSG kita banyak KKN-nya Lho. Kok bisa? yang bener?
Lagi aktifitas diluar ruangan (OutBond) kita KKN. Kadapi...Kayati...Nikmati...
Lagi belajar di Class Room kita KKN juga. Kebanyakan Kuliah Ngantuk.
Eh, pas stretcing tiap pagi bersama kang Doni KKN lagi. Kiri Kanan Nabrak.
Tapi ini KKN yang baik, Kebersamaan dan Kerjasama itu iNdah.
gak ada ide buat nulis posting, yaaah gini deh.
Sahabat kadang kita larut dan asyik mengatakan sesuatu, dan kadang pula kita tidak tahu dan tak mengerti apa yang kita bicarakan tersebut. Padahal semakin banyak kita berkata-kata semakin banyak pula peluang kita melakukan dosa. Lalu harus gimana dong?
Bukan berati kita harus diam, kita tidak boleh mengatakan sesuatu kecuali yang kita katakan itu adalah baik.
Sebagaimana sabda Rosululloh SAW : "Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka katakan sesuatu yang baik dan benar atau diam" (Hadits ke 15 dalam hadits Arba'in).
Alloh pun menyatakan dalam Al-Quran Surah Al-Israa ayat 36
Wallohu ta'aala a'lamu bishshowaab.
Semoga Bermanfaat.
Minggu, 08 Februari 2009
AJI MUMPUNG
1. Ada yang mumpung mengutamakan handai taulan.
2. Ada yang mumpung dengan alas an kapan lagi, selagi ada kesempatan.
3. Ada pula yang mumpung dalam proses kedinasan, kepentingan pribadi ditumpangkan dan diutamakan.
4. Ada lagi yang memanfaatkan kebaikan atasan, dengan kesadaran atau untung-untungan, siapa tahu sesuai dengan harapan.
5. Ada juga yang jelimumpung keadaan sedang tak berketentuan. Menumpangkan kepentingan dengan harapan muncul kembali peluang jabatan yang menguntungkan, demi itulah maka ”segala cara harus dihalalkan”.
Banyak cara lain untuk ”mumpung”, tapi kita sepakat untuk tidak berteman dengan kata ”mumpung”.
Kita semua wajib menganut ilmu ”mumpung”, untuk hal-hal tertentu semacam ini ; mumpung orang tua masih hidup, mari kita tunda kesenangan kita demi kebahagiaan mereka, mumpung kita punya kesempatan dan peran mari kita berbuat sesuatu untuk ummat demi memperoleh ridho dan JannahNya, mumpung kita punya kemampuan mari kita bantu sesama.
